- sekretariat@dmijatiasih.or.id
- Jl. Swatantra IV No.02. Kelurahan Jatiasih. Kota Bekasi
Masjid Ramah Anak, Program Unggulan Dewan Masjid Indonesia
DMI | Jakarta–Masjid adalah tempat yang representatif dan akomodatif untuk anak melakukan aktivitas. Karenanya, masjid harus memberikan perhatian lebih untuk fasilitas anak bermain, agar anak semakin mengenal masjid diusia dini.
Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Dr. H. Imam Addaruqutni, MA mengatakan, DMI memiliki program unggulan bernama Masjid Ramah Anak, diantara tujuannya adalah mendekatkan anak untuk senang ke masjid.
“Kreativitas pengurus masjid menjadikan program ramah anak menjadi tantangan tersendiri di tengah banjirnya permainan pada gadget anak,” ungkapnya kepada Majalah Gontor saat ditemui di kampus PTIQ Jakarta Selatan, Kamis (19/1).
Imam mengatakan, masjid bisa menjadi play station atau pusat bermain anak. Jangan sampai ada pengumuman anak-anak dilarang bermain di masjid. “Jika ada masjid yang melarang anak bermain di area lingkungannya maka masjid itu tidak ramah anak,” tutur
Berikut adalah hasil Wawancara Sekjen DMI Jatiasih, Fathurroji NK bersama Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Dr. H. Imam Addaruqutni, MA yang juga Wakil Rektor PTIQ Jakarta Selatan dan Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat saat ditemui di kantornya.
Apa yang melatarbelakangi DMI memiliki program Masjid Ramah Anak?
Era pembangun yang sangat pesat berbarengan dengan budaya digital secara massif, internet yang tidak asing, dan penggunaan gadget yang tinggi, sementara dunia internet yang begitu bebas, menjadikan masjid mengalami semacam keterputusan generasi sehingga masjid jauh dari anak.
Sementara anak asyik dengan permainan yang di gadget, tingkat kriminalitas di luar yang cukup tinggi sehingga anak terisolasi dari masjid. Bahkan terkadang orang tua melarang keluar. Berlatar belakang itu, maka masjid dalam pemikiran DMI perlu revitalisasi perannya dalam konteks ini menjadikan masjid ramah anak.
Bagaimana konsep sederhananya Masjid Ramah Anak?
Konsep ramah anak itu seperti umumnya, tingkah laku anak itu cenderung sembrono, kurang memikirkan akibatnya. Karenanya masih banyak masjid yang lantainya licin, penggunaan kelistrikan yang kurang rapi yang bisa membahayakan untuk anak, atau sarana masjid yang belum memiliki play ground untuk anak.
Bagaimana tanggapan Bapak, terhadap masjid yang melarang anak bermain?
Justru sebaiknya anak bermain di masjid. Bagaimana mendatangakn generasi masjid, jika anak dilarang bermain di masjid. Ketika kita keliling ke beberapa masjid, masih ada suatu papan pengumuman di masjid yang bertuliskan anak-anak dilarang bermain. Semoga masjid bisa lebih memperhatikan anak-anak yang sudah mau di masjid.
Kami beranggapan bahwa transformasi budaya yang semakin pragmatis, jika tidak difilter akan berbahaya bagi anak. Itu semua akan mempengaruhi kehidupan anak, dalam jangka panjang bisa berbahaya untuk anak. Karena itu, gagasan DMI ingin menyambungkan kembali atau menghidupkan kembali regenerasi masjid. Dengan menghadirkan play station atau tempat pusat bermain anak di masjid, sehingga anak bisa bermain dengan leluasa dan menyenangkan.
Kira-kira apa manfaat jika masjid ada play ground?
Revitalisasi terhadap fungsi masjid ini, jika ini diadakan lagi insyaallah masjid menjadi tempat yang paling aman untuk bermain. Bisa menjadi tempat yang paling menyenangakan keluarga untuk membawa anaknya ke masjid. Baru-baru ini, kami ke Kalimantan Tengah meresmikan masjid baru, yang dilengkapi play ground dan bisa diakses free. Dan itu bisa mendekatkan anak dan orangtua ke masjid. Dan DMI juga sudah menghidupkan 3500 PAUD berbasis masjid. Ketika anak di PAUD sudah ada tempat untuk bermain anak.
Anak-anak itu memiliki dunia bermain, tapi jangan tanpa isi, untuk itu masjid juga harus merancang untuk melibatkan anak-anak milenial yang juga sebagai remaja masjid untuk ikut serta dalam menjembatani anak ke masjid. Bahkan masjid hendaknya juga memberikan akses wifi gratis.
Manfaat lain dari masjid untuk anak-anak?
Masjid tempat sosialisasi paling efektif, karena di sana ada orangtua, ada teladan-teladan, tokoh-tokoh, anak anak juga diperkaya spiritual dan pengalaman. Dan ini harus dihidupkan pada saat ini, jika tidak dihidupkan anak-anak akan menjadi generasi yang sesuai budaya sekarang yang semuanya terkooptasi dengan sistem yang tercerabut dari nilai ajaran Islam.
Untuk menyiapkan masjid yang ramah anak, apa yang dilakukan DMI?
DMI selama ini telah mengadakan pelatihan, baik pelatihan manajemen masjid yang berlangsung secara bertahap di masjid-masjid. Pelatihan manajemen program-programnya, saya sendiri juga melatih masjid-masjid. Masjid juga harus membuat program yang menarik untuk remaja, dengan mengundang pembicara yang mengerti tentang remaja, ustadznya harus benar-benar memahami karakter anak sehingga tidak asing dalam menyampaikan.
Bagaimana Nabi Muhammad memperlakukan anak di masjid?
Suatu saat nabi yang rumahnya nempel dengan masjid, masjid semakin penuh dan kemudian nabi juga membuat tsaqifah yang bicara tentang politik, tsaqifah yang bicara bisnis, tsaqifah tentang pemberantasan buta huruf. Kalau sudah pada waktu sholat, dari masing-masing tsaqifah banyak bertanya tentang apa saja. Nah, tiba-tiba ada anak-anak bermain, salah satunya anak yahudi yang bermain tiba-tiba kencing di masjid. Melihat anak yang kencing di masjid, Umar bin Khatab berdiri mau memukul anak itu, lalu nabi melarang memukulnya.
Bagaimana jumlah masjid ramah anak saat ini?
Kami sudah menjadikan ini menjadi Gerakan DMI. Saat ini jumlah masjid yang menerapkan masjid ramah anak masih jauh dan sedikit. Karena baru mulai juga. Begitu juga manajemen masjid masih jauh dari ideal. Karena tidak melakukan manejemen yang bagus.
Selama ini pengelolaannya asal ada yang dituakan, ada yang adzan, kran tidak bocor, tapi bagaimana memikirkan bagaimana manusianya, padahal itu semua bisa tumbuh kalau masjid berbasis program, dan berbasis pada masyarakt banyak. Jadi kalau anak-anak bisa masuk ke masjid, secara tidak langsung orangtua ikut mengawasi.
Apa imbauan DMI menjelang datangnya Ramadhan?
Menjeang puasa Ramadhan. remaja masjid banyak yang meramaikan masjid, jadi remaja ini karena dia posisi antara out going dan young generation harus dikelola dengan baik. masjid juga harus memikirkan juga internetisasi masjid.
Masjid ramah anak ini kalau boleh menjadi program unggulandi semua masjid yang ada di Indonesia, maka masjid akan lebih makmur, sejahtera dan lebih lebih bagus. Dan anak akan membutuhkan tempat yang paling akomodatif, dan itu ada di masjid. Para DKM, orangtua, takmir harus memikirkan percepatan program masjid ramah anak ini. [adm]
Bismillah, Pimpinan Ranting DMI & BKMM Jatikramat Resmi Terbentuk
DMI | Bekasi–Untuk menjalankan roda organisasi, Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI) Jatiasih menyelenggarakan pembentukan Pimpinan Ranting di enam kelurahan yang ada di kecamatan Jatiasih. Enam kelurahan itu meliputi, Kelurahan Jatisari, Kelurahan Jatiluhur, Kelurahan Jatirasa, Kelurahan Jatiasih, Kelurahan Jatimekar dan Kelurahan Jatikramat
Pembentukan ranting ini dimulai sejak 11-26 Februari 2023 setiap hari Sabtu dan Ahad. Pelaksanaan diadakan di setiap kelurahan, tujuannya untuk bisa saling mengenal antara pengurus ranting dengan pihak kelurahan.
Pembentukan pertama diadakan di Kelurahan Jatisari, tepat pada Ahad, 26 Februari 2023 bertempat di aula kelurahan Jatikramat yang dihadiri oleh perwakilan Lurah Jatikramat, pengurus PC DMI dan BKMM Jatiasih dan para DKM dan Majelis Ta’lim di wilayah Jatikramat.
Dari hasil Pembentukan Pimpinan Ranting Dewan Masjid Indonesia & Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid Kelurahan Jatikramat,Ketua PC DMI Jatiasih H. Dimyati Uje, S.PdI telah menetapkan: H. Miharno, SE, MSi (Ketua PR DMI Jatimekar) dan Maniyati Hasan (Ketua PR BKMM Jatikramat).
Semoga dengan terpilihnya para pengurus Pimpinan Ranting DMI dan BKMM Jatikramat ini bisa menjadikan syiar Islam semakin ramai di masjid-masjid dan mushola-mushola.[]
Akhirnya, Pimpinan Ranting DMI & BKMM Jatimekar Terbentuk
DMI | Bekasi–Untuk menjalankan roda organisasi, Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI) Jatiasih menyelenggarakan pembentukan Pimpinan Ranting di enam kelurahan yang ada di kecamatan Jatiasih. Enam kelurahan itu meliputi, Kelurahan Jatisari, Kelurahan Jatiluhur, Kelurahan Jatirasa, Kelurahan Jatiasih, Kelurahan Jatimekar dan Kelurahan Jatikramat
Pembentukan ranting ini dimulai sejak 11-26 Februari 2023 setiap hari Sabtu dan Ahad. Pelaksanaan diadakan di setiap kelurahan, tujuannya untuk bisa saling mengenal antara pengurus ranting dengan pihak kelurahan.
Pembentukan pertama diadakan di Kelurahan Jatisari, tepat pada Sabtu, 25 Februari 2023 bertempat di aula kelurahan Jatimekar yang dihadiri oleh perwakilan Lurah Jatimekar, pengurus PC DMI dan BKMM Jatiasih dan para DKM dan Majelis Ta’lim di wilayah Jatimekar.
Dari hasil Pembentukan Pimpinan Ranting Dewan Masjid Indonesia & Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid Kelurahan Jatimekar, Ketua PC DMI Jatiasih H. Dimyati Uje, S.PdI telah menetapkan: H. Tunggul Pamungkas, ST (Ketua PR DMI Jatimekar) dan Dewi Rahmawati (Ketua PR BKMM Jatimekar).
Semoga dengan terpilihnya para pengurus Pimpinan Ranting DMI dan BKMM Jatimekar ini bisa menjadikan syiar Islam semakin ramai di masjid-masjid dan mushola-mushola.[]
Surat Edaran Dewan Masjid Indonesia Jelang Ramadhan 1444H/ 2023 M
DMI | Jakarta–Memasuki bulan suci Ramadhan 1444 hijriah/2023 masehi Dewan Masjid Indonesia mengeluarkan surat edaran atau seruan kepada pengurus masjid di Indonesia. Dalam surat edaran nomor 030.D/III/SE/PP-DMI/II/2023 tanggal 5 Februari 2023 atau 14 Rajab 1444 H, yang ditanda tangani oleh Jusuf Kalla sebagai ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Imam Addaquruni sebagai Sekretaris Jenderal Dewan masjid Indonesia ini menyerukan 5 poin yakni:
1. Agar para DKM/Ta’mir masjid melaksanakan bersih-bersih masjid bersama para jamaah dan mengkondisikan suasana datangnya bulan Mulia Ramadhan dengan Khidmat, semaraknya ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insyaniyah basyaniah..
2. Agar masjid, mushalla, langar dan surau disemarakkan dan dimakmurkan dengan menyiapkan program tausyiah Islamiyah yang menyejukkan, memupuk persatuan dan kesatuan umat dan bangsa sejalan dengan nama fungsional masjid sebagai jami’ yang berarti menyatukan atau yang mempersatukan umat dan bangsa.
3. Agar penggunaan Loud Speaker masjid dengan pengaturan suara keluar tidak berlebihan, baik volume, tempo, dan intensitasnya, yaitu lima menit sebelum adzan dzuhur, ashar, maghrib, isya dan sepuluh menit sebelum adzan shubuh, sedangkan kegiatan lain menggunakan sound sytem dalam. Sesuai surat edaran (SE) Menag Nomor 05 Tahun 2022 yang telah disepakati oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini karena mengingat intensitas suara loud speaker masjid, mushalla, langar, dan surau di Bulan Ramadhan ini akan meningkat lebih dari biasanya, sedangkan mobilitas kehidupan masyarakat tetap menuntut kebugaran dan tempo istirahat yang cukup.
4. Karena pada Ramadhan ini masyarakat dan bangsa ini sudah mulai memasuki suasana demam politik menuju pemilu 2024, maka agar gema Ramadhan dimaksimalkan untuk membangun kedamaian dan ketaqwaan sehingga semua masjid, mushalla, langar, dan surau agar disterilkan dari tarik menarik kepentingan politik dan politik kepentingan yang justru akan berpotensi memecah persatuan dan keutuhan umat dan bangsa.
5. Agar DKM/Ta’mir masjid tetap menyampaikan pesan kuat agar seluruh jamaah tetap memperhatikan pola sehat dalam aktivitas di masjid dan Mushalla.
Munawar Khalil Jadi Ketua Umum Prima Dewan Masjid Indonesia
DMI | Jakarta–Pelaksanaan Muktamar Ke-2 Perhimpunan Remaja Mesjid Dewan Mesjid Indonesia (Prima DMI) di Jakarta pada 17-19 Februari 2023, dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DMI Imam Addaruqutni. Muktamar dihadiri peserta utusan wilayah dan daerah seluruh Indonesia.
Hasilnya, Munawar Khalil terpilih sebagai ketua umum Pengurus Pusat Prima DMI periode 2023-2027. Ketua terpilih, Munawar Khalil menyampaikan, ketertarikannya menjadi orang nomor satu di Prima DMI, karena ada tanggung jawab terhadap kepemimpinan umat untuk masa akan datang.
Atas dasar itu, ia langsung menyiapkan program kaderisasi sempurna. “Caranya melalui Remaja Masjid Seluruh Indonesia untuk dijadikan sebagai laboratorium mencetak kader-kader pemimpin umat dan bangsa untuk masa akan datang,” kata Munawar di Jakarta, Senin (20/2/2022).
Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) periode 2015-2017 tersebut juga mengajak seluruh kader Prima DMI mendukung dan menggalakkan program ‘Gerakan Mesjid untuk Para Milenial’. Tujuan program tersebut menjadikan masjid harus diisi dengan berbagai kegiatan positif untuk menimba ilmu dan pengetahuan Agama, serta mampu menggerakkan ekonomi UMKM dan keterampilan anak muda sebagai generasi penerus bangsa.
“Insya Allah dengan pengalaman yang dimiliki sebelumnya saya berjanji akan mengaktifkan seluruh remaja masjid yang ada di seluruh pelosok negeri,” kata Munawar.[]
Sah, Pimpinan Ranting DMI & BKMM Jatiasih Resmi Terpilih
DMI | Bekasi–Untuk menjalankan roda organisasi, Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI) Jatiasih menyelenggarakan pembentukan Pimpinan Ranting di enam kelurahan yang ada di kecamatan Jatiasih. Enam kelurahan itu meliputi, Kelurahan Jatisari, Kelurahan Jatiluhur, Kelurahan Jatirasa, Kelurahan Jatiasih, Kelurahan Jatimekar dan Kelurahan Jatikramat
Pembentukan ranting ini dimulai sejak 11-26 Februari 2023 setiap hari Sabtu dan Ahad. Pelaksanaan diadakan di setiap kelurahan, tujuannya untuk bisa saling mengenal antara pengurus ranting dengan pihak kelurahan.
Pembentukan pertama diadakan di Kelurahan Jatisari, tepat pada Ahad, 19 Februari 2023 bertempat di aula kelurahan Jatiasih yang dihadiri oleh Lurah Jatiasih, pengurus PC DMI dan BKMM Jatiasih dan para DKM dan Majelis Ta’lim di wilayah Jatiasih.
Dari hasil Pembentukan Pimpinan Ranting Dewan Masjid Indonesia & Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid Kelurahan Jatiasih, Ketua PC DMI Jatiasih H. Dimyati Uje, S.PdI telah menetapkan: Luqman Hakim (Ketua PR DMI Jatiasih) dan Irwani Nasution (Ketua PR BKMM Jatiasih).
Semoga dengan terpilihnya para pengurus Pimpinan Ranting DMI dan BKMM Jatiasih ini bisa menjadikan syiar Islam semakin ramai di masjid-masjid dan mushola-mushola.[]
Alhamdulillah, Pimpinan Ranting DMI & BKMM Jatirasa Terbentuk
DMI | Bekasi–Untuk menjalankan roda organisasi, Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI) Jatiasih menyelenggarakan pembentukan Pimpinan Ranting di enam kelurahan yang ada di kecamatan Jatiasih. Enam kelurahan itu meliputi, Kelurahan Jatisari, Kelurahan Jatiluhur, Kelurahan Jatirasa, Kelurahan Jatiasih, Kelurahan Jatimekar dan Kelurahan Jatikramat
Pembentukan ranting ini dimulai sejak 11-26 Februari 2023 setiap hari Sabtu dan Ahad. Pelaksanaan diadakan di setiap kelurahan, tujuannya untuk bisa saling mengenal antara pengurus ranting dengan pihak kelurahan.
Pembentukan pertama diadakan di Kelurahan Jatisari, tepat pada Sabtu, 18 Februari 2023 bertempat di aula kelurahan Jatirasa yang dihadiri oleh Lurah Jatirasa, pengurus PC DMI dan BKMM Jatiasih dan para DKM dan Majelis Ta’lim di wilayah Jatirasa.
Dari hasil Pembentukan Pimpinan Ranting Dewan Masjid Indonesia & Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid Kelurahan Jatirasa, Ketua PC DMI Jatiasih H. Dimyati Uje, S.PdI telah menetapkan: Supriyadi, S.E, M.Si. (Ketua PR DMI Jatirasa) dan Farida Lastini (Ketua PR BKMM Jatirasa).
Semoga dengan terpilihnya para pengurus Pimpinan Ranting DMI dan BKMM Jatirasa ini bisa menjadikan syiar Islam semakin ramai di masjid-masjid dan mushola-mushola.[]
PC DMI Jatiasih Bentuk Pimpinan Ranting DMI dan BKMM Jatiluhur
DMI | Bekasi–Untuk menjalankan roda organisasi, Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI) Jatiasih menyelenggarakan pembentukan Pimpinan Ranting di enam kelurahan yang ada di kecamatan Jatiasih. Enam kelurahan itu meliputi, Kelurahan Jatisari, Kelurahan Jatiluhur, Kelurahan Jatirasa, Kelurahan Jatiasih, Kelurahan Jatimekar dan Kelurahan Jatikramat
Pembentukan ranting ini dimulai sejak 11-26 Februari 2023 setiap hari Sabtu dan Ahad. Pelaksanaan diadakan di setiap kelurahan, tujuannya untuk bisa saling mengenal antara pengurus ranting dengan pihak kelurahan.
Pembentukan pertama diadakan di Kelurahan Jatisari, tepat pada Ahad, 12 Februari 2023 bertempat di aula kelurahan Jatiluhur yang dihadiri oleh Lurah Jatiluhur, pengurus PC DMI dan BKMM Jatiasih dan para DKM dan Majelis Ta’lim di wilayah Jatiluhur.
Dari hasil Pembentukan Pimpinan Ranting Dewan Masjid Indonesia & Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid Kelurahan Jatiluhur, Ketua PC DMI Jatiasih H. Dimyati Uje, S.PdI telah menetapkan: Nurul Iman, S.Pd (Ketua PR DMI Jatiluhur) dan Hj. Zainab (Ketua PR BKMM Jatiluhur).
Semoga dengan terpilihnya para pengurus Pimpinan Ranting DMI dan BKMM Jatiluhur ini bisa menjadikan syiar Islam semakin ramai di masjid-masjid dan mushola-mushola.[]
PC DMI Jatiasih Bentuk Ranting DMI dan BKMM Jatisari
DMI | Bekasi– Untuk menjalankan roda organisasi, Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI) Jatiasih menyelenggarakan pembentukan Pimpinan Ranting di enam kelurahan yang ada di kecamatan Jatiasih. Enam kelurahan itu meliputi, Kelurahan Jatisari, Kelurahan Jatiluhur, Kelurahan Jatirasa, Kelurahan Jatiasih, Kelurahan Jatimekar dan Kelurahan Jatikramat
Pembentukan ranting ini dimulai sejak 11-26 Februari 2023 setiap hari Sabtu dan Ahad. Pelaksanaan diadakan di setiap kelurahan, tujuannya untuk bisa saling mengenal antara pengurus ranting dengan pihak kelurahan.
Pembentukan pertama diadakan di Kelurahan Jatisari, tepat pada 11 Februari 2023 bertempat di aula kelurahan Jatisari yang dihadiri oleh Lurah Jatisari, pengurus PC DMI Jatiasih dan para DKM dan Majelis Ta’lim di wilayah Jatisari.
Dari hasil Pembentukan Pimpinan Ranting Dewan Masjid Indonesia & Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid Kelurahan Jatisari, Ketua PC DMI Jatiasih H. Dimyati Uje, S.PdI telah menetapkan: Ujang A Rohman, S.Pd.I (Ketua PR DMI Jatisari) dan Sa’anih Khairunisa (Ketua PR BKMM Jatisari).
Semoga dengan terpilihnya para pengurus Pimpinan Ranting DMI dan BKMM Jatisari ini bisa menjadikan syiar Islam semakin ramai di masjid-masjid dan mushola-mushola.[]
DMI Kota Bekasi Gelar Silaturahim Akbar, Libatkan Ribuan DKM
DMI | Bekasi–Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi menyelenggarakan program Silaturahmi Akbar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Bekasi pada Ahad, 30 Oktober 2022 di Asrama Haji Kota Bekasi. Silaturahmi Akbar ini dihadiri sekitar1.800 pengurus DKM dari 1.300 masjid di wilayah Kota Bekasi.
Silaturahmi Akbar DKM se-Kota Bekasi ini juga dihadiri oleh Plt Wali Kota Bekasi Dr Tri Adhianto Tjahyono MM, Ketua PW DMI Jawa Barat KH Ahmad Sidik SHI, Ketua DMI Kota Bekasi Dr H Jaja Jaelani, MM dan segenap tamu undangan lainnya.
Ketua PW DMI Jawa Barat, KH Ahmad Sidik SHI dalam sambutannya menyampaikan bahwa masjid memiliki tiga fungsi, yaitu trilogi yang didalamnya ada idaroh, imaroh dan riayah. Berikutnya pemberdayaan ekonomi di sekitar masjid dan terakhir adalah politik. “Berpolitik di masjid boleh, yang tidak boleh adalah berkampanye,” ungkapnya.
Kehadiran DMI di masyarakat adalah untuk menyelesaikan masalah masjid melalui para DKM. Selain itu, DMI adalah mitra dari pemerintah untuk menjaga dan memakmurkan masjid-masjid. “Kehadiran DMI akan didukung oleh para DKM untuk program-program kemasjidan,” tuturnya.
Sementara itu Plt Wali Kota Bekasi Dr Tri Adhianto Tjahyono MM sebelum memberikan sambutan memanggil para ketua DKM yang usianya di atas 70 tahun. Di antara ribuan DKM ternyata ada delapan ketua DKM yang maju ke panggung dan mendapatkan hadiah sepeda dari Plt Wali Kota.
Dalam paparannya, Tri Adhianto mengapresiasi langkah baik DMI Kota Bekasi yang mengumpulkan DKM se-Kota Bekasi. Ia berharap adanya pertemua ini bisa memberikan semangat bagi para DKM untuk lebih giat memakmurkan masjid.
Tri Adhianto menambahkan, ke depan masjid harus lebih diperhatikan kebersihannya, higienis agar saat beribadah di masjid jamaah merasa nyaman dan betah. Tri Adhianto mencontohkan masjid yang ada di Mekkah di mana toiletnya sangat bersih dan wangi.
“Yuk kita buat masjid yang baik. Gunakan IT yang ada untuk pengembangan masjid agar semakin maju,” paparnya.

Tri Adhianto mengakui bahwa tantangan saat ini luar biasa untuk bisa menghadirkan anak-anak di masjid. Dulu, anak anak antara waktu Maghrib sampai Isya berada di masjid mengaji, sekarang untuk mengajak mereka hadir di masjid butuh effort. “Ini tantangan bagi kita semua,” tegasnya.
Ketua DMI Kota Bekasi Dr H Jaja Jaelani MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada suluruh DKM se-Kota Bekasi yang telah hadir dalam acara Silaturahmi Akbar ini. “Hari ini merupakan yang pertama kali kita berkumpul dalam komunitas masjid secara formal,” ungkapnya, Ahad, 30 Oktober 2022.
Di depan ribuan DKM se-Kota Bekasi, Ustadz Jaja mengajak kepada seluruh DKM untuk bisa saling berbagi program, berbagi pengalaman dan berbagi ilmu untuk menyatukan program syiar di masjid-masjid mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. “Karena ini pentingnya komunikasi, hari ini kita bersilaturahmi untuk menyatukan visi,” tuturnya.
Ustadz Jaja menyatakan, bahwa mensyiarkan Islam di masjid-masjid adalah tugas kita bersama. “Kami berharap dengan adanya silaturahmi ini, para DKM bisa berbagi program sehingga pembinaan umat di masjid dapat kita optimalkan lagi,” ujarnya.
Ustadz Jaja yang juga Ddirektur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama ini juga menekankan pentingnya pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk masjid.
Menutunya, masih banyak masjid yang berada di tanah wakaf maupun fasum yang terkendala dengan pengurusan IMB. Ke depan DMI akan menjembatani masjid-masjid yang dalam proses IMB.
“Alhamdulillah sudah ada 12 masjid di Bekasi Barat yang telah berhasil melakukan pengurusan IMB masjid melalui DMI Bekasi Barat,” ujarnya.
Silaturahmi Akbar ini mengusung tema ‘Sinergi DMI Bersama DKM Se-Kota Bekasi Menuju Bekasi Ihsan’. Kegiatan ini dihadiri sekitar 2.600 pengurus DKM se-Kota Bekasi. “Agenda utama dari pertemuan silaturahmi ini adalah untuk mengenalkan program-program DMI kepada para DKM se-Kota Bekasi,” ungkapnya.
Menurut Ustadz Jaja, DMI masih belum banyak dikenal oleh kalangan umat Islam, terutama DKM yang tersebar di wilayah Kota Bekasi. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait program-program DMI kepada umat Islam.
“Kami memiliki banyak program keumatan yang harus diketahui oleh para DKM di wilayah Kota Bekasi, agar para DKM semakin lebih mengenal DMI dan bersinergi menjalankan program kemakmuran masjid,” ungkap Ustadz Jaja. []
- ‹ Previous
- 1
- …
- 4
- 5
- 6