- sekretariat@dmijatiasih.or.id
- Jl. Swatantra IV No.02. Kelurahan Jatiasih. Kota Bekasi
Sekcam Jatiasih Dukung DMI-BKMM Jatirasa Hadirkan Donor Darah hingga Khitanan Gratis
DMI Jatiasih | Jatirasa – Pengurus Ranting Dewan Masjid Indonesia (PR DMI) Jatirasa bersama Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Indonesia (BKMM) Jatirasa terus mendorong penguatan peran masjid dalam kehidupan sosial masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi berbagai elemen untuk menghadirkan program sosial dan kesehatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dukungan terhadap gerakan tersebut disampaikan Sekretaris Kecamatan Jatiasih, Engkos Koswara, S.AP., M.Si., dan Sekretaris Kelurahan Jatirasa, Endang Sobari, saat menghadiri pertemuan dan silaturahmi bersama pengurus DMI, BKMM, DKM, majelis taklim, serta unsur masyarakat.
Pertemuan berlangsung pada Jumat, 25 September 2026, pukul 16.30 WIB di Masjid Jami’ Baitul Mukmin, Jatirasa.
Dalam kesempatan tersebut, Engkos Koswara menyampaikan apresiasi terhadap rencana pelaksanaan Aksi Sosial dan Kesehatan Umat yang digagas PR DMI dan BKMM Jatirasa bersama sejumlah masjid dan mitra.
Menurutnya, kegiatan berbasis masjid seperti ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara masyarakat sekaligus memperluas manfaat keberadaan masjid.
Program yang disiapkan tidak sebatas kegiatan seremonial. Sejumlah agenda dirancang untuk menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, mulai dari khitanan massal gratis, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan tradisional, sharing kesehatan, hingga Garage Sale for Charity.
Engkos juga mendorong para pengurus organisasi dan masjid untuk terus mengembangkan semangat kolaborasi. Dengan kerja sama yang lebih luas, keberadaan DMI, BKMM, masjid, dan majelis taklim diharapkan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah Kelurahan Jatirasa Berikan Apresiasi
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Kelurahan Jatirasa melalui Sekretaris Kelurahan Endang Sobari.
Kehadiran Endang dalam pertemuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah kelurahan terhadap berbagai inisiatif sosial yang lahir dari masyarakat, khususnya kegiatan yang melibatkan masjid dan majelis taklim.
Endang mengapresiasi keterlibatan pengurus DMI, BKMM, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), majelis taklim, serta unsur masyarakat dalam membangun kegiatan bersama.
Semangat kebersamaan tersebut dinilai penting untuk terus dipelihara agar kegiatan masjid tidak hanya berfokus pada aktivitas keagamaan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan sosial masyarakat.
Masjid Jami’ Baitul Mukmin Dukung Khitanan Massal
Kolaborasi juga mendapat dukungan dari Ketua DKM Masjid Jami’ Baitul Mukmin, Ust. M. Sidik, S.Sos.I.
Selain memberikan dukungan dan doa, pihak DKM turut membuka kesempatan pemanfaatan fasilitas masjid untuk mendukung rangkaian kegiatan sosial, terutama agenda Khitanan Massal Gratis.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi masjid sebagai ruang pelayanan masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan penggerak masyarakat. Di antaranya Ketua PR DMI Jatirasa Supriyadi beserta pengurus, Ketua BKMM Jatirasa Ustazah Farida Lastini beserta pengurus, Ketua Majelis Taklim Al Anshoriyyah Ustazah Arofah, Ketua RW 01 Yasin, serta Ketua RT 01 Anton.
Aksi Sosial dan Kesehatan Digelar Dua Hari
Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi tersebut, PR DMI dan BKMM Jatirasa bersama Masjid Al Ikhlas, Masjid Jami’ Baitul Mukmin, Daun Mas, serta sejumlah mitra akan menggelar Aksi Sosial dan Kesehatan Umat selama dua hari.
Kegiatan pertama dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, di Masjid Al Ikhlas. Acara dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan sejumlah agenda, yakni donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, dan bakti sosial.
Sementara itu, pada Ahad, 27 September 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Khitanan Massal Gratis di Masjid Jami’ Baitul Mukmin. Kegiatan tersebut dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kerja sama antara organisasi kemasyarakatan, pengurus masjid, majelis taklim, pemerintah setempat, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Kolaborasi lintas unsur tersebut juga diharapkan dapat melahirkan lebih banyak program sosial yang berkelanjutan dan memiliki manfaat langsung bagi warga.
Menguatkan Peran Masjid di Tengah Masyarakat
Ketua PR DMI Jatirasa, Supriyadi, menilai kolaborasi menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan kemanfaatan program masjid.
Menurutnya, setiap organisasi dan kelompok masyarakat memiliki potensi yang dapat disatukan untuk menghasilkan kegiatan sosial yang lebih kuat. Karena itu, sinergi antarunsur menjadi penting agar berbagai program tidak berjalan sendiri-sendiri.
Semangat tersebut dirangkum dalam pesan kegiatan, “Bersinergi dalam Kepedulian, Berkhidmat untuk Kemanusiaan.”
Melalui Aksi Sosial dan Kesehatan Umat, PR DMI dan BKMM Jatirasa ingin mendorong agar masjid semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran masjid diharapkan dapat dirasakan tidak hanya melalui kegiatan ibadah dan dakwah, tetapi juga lewat pelayanan sosial dan kesehatan.
Gerakan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi ruang untuk membangun kepedulian, mempertemukan berbagai elemen masyarakat, dan menghadirkan manfaat secara nyata bagi umat.
Dari masjid tumbuh kepedulian, melalui kolaborasi hadir kemanfaatan bagi masyarakat.
DMI, BKMM & Karang Taruna Jatirasa akan Gelar Khitan Massal dan Cek Kesehatan
DMI | Bekasi — Kepedulian terhadap kesehatan anak sekaligus penguatan kehidupan sosial keagamaan kembali diwujudkan melalui kegiatan Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis yang akan digelar di wilayah Jatirasa.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM), dan Karang Taruna Jatirasa. Mengusung semangat “Berbagi Kebahagiaan, Menebar Keberkahan”, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan keluarga di lingkungan sekitar.
Acara dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 27 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Jami Baitul Mukmin, Kampung Pondok Benda RT 002/RW 001, Kelurahan Jatirasa.
Khitanan Bukan Sekadar Tradisi, tetapi Bagian dari Kebersihan dan Kesehatan
Khitan atau sunat merupakan praktik yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi Islam. Bagi umat Islam, khitan bagi laki-laki merupakan bagian dari fitrah dan telah dikenal sejak masa Nabi Ibrahim AS.
Dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan beberapa perkara yang termasuk fitrah, salah satunya adalah khitan. Selain memiliki dimensi keagamaan, khitan juga berkaitan dengan aspek kebersihan dan kesehatan.
Secara umum, khitan dilakukan dengan menghilangkan bagian kulit yang menutupi ujung penis. Tindakan tersebut dapat membantu menjaga kebersihan karena mengurangi tempat berkumpulnya kotoran dan mikroorganisme.
Namun, khitan tetap merupakan tindakan medis yang perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan anak, kebersihan alat, kompetensi tenaga medis, serta perawatan setelah tindakan. Karena itu, orang tua sebaiknya memastikan anak memperoleh pelayanan khitan yang aman dan sesuai prosedur.
Pentingnya Persiapan Orang Tua
Sebelum anak menjalani khitan, orang tua perlu memberikan pemahaman sederhana agar anak tidak merasa terlalu takut. Anak dapat diberi penjelasan bahwa khitan merupakan tindakan yang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.
Orang tua juga perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain:
| Hal yang Perlu Diperhatikan | Penjelasan |
|---|---|
| Kondisi anak | Pastikan anak dalam kondisi sehat dan informasikan kepada petugas jika memiliki kondisi khusus |
| Kesiapan mental | Berikan penjelasan dengan bahasa sederhana dan tidak menakut-nakuti |
| Kebersihan | Pastikan tindakan dilakukan dengan peralatan dan lingkungan yang bersih |
| Tenaga medis | Pastikan prosedur dilakukan oleh tenaga yang kompeten |
| Perawatan setelah khitan | Ikuti petunjuk petugas mengenai kebersihan luka, aktivitas, dan obat bila diberikan |
| Kontrol | Segera berkonsultasi apabila muncul keluhan yang tidak biasa |
Dengan persiapan yang baik, pengalaman khitan dapat menjadi pengalaman positif bagi anak sekaligus momentum bagi orang tua untuk mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan.
Cek Kesehatan Gratis, Edukasi Penting untuk Keluarga
Selain khitanan massal, kegiatan ini juga menyediakan cek kesehatan gratis. Layanan tersebut menjadi bagian penting karena kesehatan tidak hanya perlu diperhatikan ketika seseorang sudah mengalami sakit.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu masyarakat mengenali kondisi tubuh lebih awal. Bahkan pemeriksaan sederhana dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kesadaran mengenai pola hidup sehat.
Masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan seperti ini sebagai kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kesehatan sekaligus memperoleh informasi mengenai kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Bagi keluarga, edukasi kesehatan juga penting dilakukan sejak anak-anak. Kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat, aktif bergerak, dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari upaya sederhana menjaga kesehatan.
Kuota Hanya 20 Anak, Pendaftaran Dibuka hingga 22 September
Panitia menyediakan kuota terbatas, yakni hanya 20 orang untuk mengikuti khitanan massal. Pendaftaran dibuka hingga 22 September 2026, sehingga masyarakat yang ingin mengikutsertakan putranya perlu segera melakukan pendaftaran.
Selain mendapatkan layanan khitan, peserta juga memperoleh sejumlah manfaat yang telah disiapkan panitia, yaitu uang saku dan bingkisan menarik.
Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui narahubung:
- Ustadz Supriyadi: 081296615127
- Ustadzah Farida Lastini: 089681417535
- Ustadz Rokib Mustofa: 085811932588
Kegiatan ini menunjukkan bahwa masjid dan organisasi kemasyarakatan tidak hanya memiliki peran dalam aktivitas ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Masjid sebagai Pusat Kepedulian Sosial
Kegiatan khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis juga memberikan gambaran tentang pentingnya kolaborasi di tengah masyarakat. DMI, BKMM, dan Karang Taruna dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk menghadirkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam yang mendorong umat untuk saling membantu dalam kebaikan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma’idah ayat 2 agar manusia “tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”
Karena itu, kegiatan sosial bukan hanya persoalan memberikan bantuan. Lebih jauh, kegiatan semacam ini dapat membangun solidaritas, kepedulian, kebersamaan, dan budaya saling membantu.
Khitanan massal dapat meringankan beban keluarga, sementara cek kesehatan gratis dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Keduanya kemudian dipertemukan dalam sebuah kegiatan berbasis masjid dan komunitas.
Dengan semangat “Berbagi dalam Kepedulian, Berkhidmat untuk Kemanusiaan”, kegiatan di Jatirasa ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagaimana masjid, organisasi keagamaan, pemuda, dan masyarakat dapat bersinergi menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan.
Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan putranya, pendaftaran khitanan massal masih dibuka hingga 22 September 2026 dengan kuota terbatas 20 peserta.[]