- sekretariat@dmijatiasih.or.id
- Jl. Swatantra IV No.02. Kelurahan Jatiasih. Kota Bekasi
DMI, BKMM & Karang Taruna Jatirasa akan Gelar Khitan Massal dan Cek Kesehatan
DMI | Bekasi — Kepedulian terhadap kesehatan anak sekaligus penguatan kehidupan sosial keagamaan kembali diwujudkan melalui kegiatan Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis yang akan digelar di wilayah Jatirasa.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM), dan Karang Taruna Jatirasa. Mengusung semangat “Berbagi Kebahagiaan, Menebar Keberkahan”, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan keluarga di lingkungan sekitar.
Acara dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 27 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Jami Baitul Mukmin, Kampung Pondok Benda RT 002/RW 001, Kelurahan Jatirasa.
Khitanan Bukan Sekadar Tradisi, tetapi Bagian dari Kebersihan dan Kesehatan
Khitan atau sunat merupakan praktik yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi Islam. Bagi umat Islam, khitan bagi laki-laki merupakan bagian dari fitrah dan telah dikenal sejak masa Nabi Ibrahim AS.
Dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan beberapa perkara yang termasuk fitrah, salah satunya adalah khitan. Selain memiliki dimensi keagamaan, khitan juga berkaitan dengan aspek kebersihan dan kesehatan.
Secara umum, khitan dilakukan dengan menghilangkan bagian kulit yang menutupi ujung penis. Tindakan tersebut dapat membantu menjaga kebersihan karena mengurangi tempat berkumpulnya kotoran dan mikroorganisme.
Namun, khitan tetap merupakan tindakan medis yang perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan anak, kebersihan alat, kompetensi tenaga medis, serta perawatan setelah tindakan. Karena itu, orang tua sebaiknya memastikan anak memperoleh pelayanan khitan yang aman dan sesuai prosedur.
Pentingnya Persiapan Orang Tua
Sebelum anak menjalani khitan, orang tua perlu memberikan pemahaman sederhana agar anak tidak merasa terlalu takut. Anak dapat diberi penjelasan bahwa khitan merupakan tindakan yang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.
Orang tua juga perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain:
| Hal yang Perlu Diperhatikan | Penjelasan |
|---|---|
| Kondisi anak | Pastikan anak dalam kondisi sehat dan informasikan kepada petugas jika memiliki kondisi khusus |
| Kesiapan mental | Berikan penjelasan dengan bahasa sederhana dan tidak menakut-nakuti |
| Kebersihan | Pastikan tindakan dilakukan dengan peralatan dan lingkungan yang bersih |
| Tenaga medis | Pastikan prosedur dilakukan oleh tenaga yang kompeten |
| Perawatan setelah khitan | Ikuti petunjuk petugas mengenai kebersihan luka, aktivitas, dan obat bila diberikan |
| Kontrol | Segera berkonsultasi apabila muncul keluhan yang tidak biasa |
Dengan persiapan yang baik, pengalaman khitan dapat menjadi pengalaman positif bagi anak sekaligus momentum bagi orang tua untuk mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan.
Cek Kesehatan Gratis, Edukasi Penting untuk Keluarga
Selain khitanan massal, kegiatan ini juga menyediakan cek kesehatan gratis. Layanan tersebut menjadi bagian penting karena kesehatan tidak hanya perlu diperhatikan ketika seseorang sudah mengalami sakit.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu masyarakat mengenali kondisi tubuh lebih awal. Bahkan pemeriksaan sederhana dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kesadaran mengenai pola hidup sehat.
Masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan seperti ini sebagai kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kesehatan sekaligus memperoleh informasi mengenai kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Bagi keluarga, edukasi kesehatan juga penting dilakukan sejak anak-anak. Kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat, aktif bergerak, dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari upaya sederhana menjaga kesehatan.
Kuota Hanya 20 Anak, Pendaftaran Dibuka hingga 22 September
Panitia menyediakan kuota terbatas, yakni hanya 20 orang untuk mengikuti khitanan massal. Pendaftaran dibuka hingga 22 September 2026, sehingga masyarakat yang ingin mengikutsertakan putranya perlu segera melakukan pendaftaran.
Selain mendapatkan layanan khitan, peserta juga memperoleh sejumlah manfaat yang telah disiapkan panitia, yaitu uang saku dan bingkisan menarik.
Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui narahubung:
- Ustadz Supriyadi: 081296615127
- Ustadzah Farida Lastini: 089681417535
- Ustadz Rokib Mustofa: 085811932588
Kegiatan ini menunjukkan bahwa masjid dan organisasi kemasyarakatan tidak hanya memiliki peran dalam aktivitas ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Masjid sebagai Pusat Kepedulian Sosial
Kegiatan khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis juga memberikan gambaran tentang pentingnya kolaborasi di tengah masyarakat. DMI, BKMM, dan Karang Taruna dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk menghadirkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam yang mendorong umat untuk saling membantu dalam kebaikan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma’idah ayat 2 agar manusia “tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”
Karena itu, kegiatan sosial bukan hanya persoalan memberikan bantuan. Lebih jauh, kegiatan semacam ini dapat membangun solidaritas, kepedulian, kebersamaan, dan budaya saling membantu.
Khitanan massal dapat meringankan beban keluarga, sementara cek kesehatan gratis dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Keduanya kemudian dipertemukan dalam sebuah kegiatan berbasis masjid dan komunitas.
Dengan semangat “Berbagi dalam Kepedulian, Berkhidmat untuk Kemanusiaan”, kegiatan di Jatirasa ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagaimana masjid, organisasi keagamaan, pemuda, dan masyarakat dapat bersinergi menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan.
Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan putranya, pendaftaran khitanan massal masih dibuka hingga 22 September 2026 dengan kuota terbatas 20 peserta.[]
PC DMI Jatiasih Kirimkan 20 Anak untuk Program Sunatan Massal DMI Kota Bekasi
DMI | Bekasi—Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Bekasi menyelenggarakan sunatan massal di Asrama Haji Kota Bekasi, Sabtu 18 November 2023.
Ketua DMI Kota Bekasi Dr. KH Jaja Jaelani, MM dalam sambutannya mengatakan, sunatan massal ini merupakan salah satu kegiatan DMI Kota Bekasi di tahun 2023.

“Alhamdulillah sebanyak 200 anak dari 12 kecamatan di Kota Bekasi bisa ikut sunatan massal yang diselenggarakan DMI Kota Bekasi,” ungkapnya.
Kiai Jaja juga menyampaikan terimakasih kepada segenap lembaga yang telah mendukung terselenggaranya program ini. Seperti Pemkot Bekasi, Baznas, YBM PLN, KONI.
Di hari yang sama, DMI Kota Bekasi juga menyelenggarakan Pelatihan Ramaja Masjid tentang Kepemimpinan yang diikuti oleh remaja masjid di Kota Bekasi.

“Tahun 2023 ini, DMI telah menyelenggarakan program pembekalan pembersihan AC masjid untuk para marbot masjid,” jelasnya.
Kiai Jaja juga menyampaikan terimakasih kepada asosiasi rumah sakit yang telah memberikan bantuan untuk pelaksanaan sunatan massal ini.
“Semoga dengan sunat ini kesucian anak anak terlaksana dengan baik dan ini menjadi amal ibadah kita semua,” tuturnya.

Sementara itu Ketua PC DMI Jatiasih Ustadz H. Dimyati Uje mengatakan, DMI Kecamatan Jatiasih ikut berpartisipasi atas terselenggaranya sunatan massal DMI Kota Bekasi dengan mengirimkan 20 anak-anak. Mereka berasal dari enam kelurahan yang ada di Kecamatan Jatiasih.
“Alhamdulillah antusiasme masyarakat Kecamatan Jatiasih sangat baik dengan adanya sunatan massal ini, kali ini kuota hanya 20 anak dari Kecamatan Jatiasih,” ujarnya.
Ustadz Uje berharap, semoga setelah sunat anal-anak menjadi anak yang sholeh, dan ibadahnya semakin rajin. “Semoga Allah mudahkan dalam pelaksanaannya,” tuturnya.[fathur]